SKRIPSI
PERAN KELOMPOK TANI HUTAN DALAM KEGIATAN REHABILITASI LAHAN POLA AGROFORESTRY DI KELURAHAN SAWIDAGO KABUPATEN POSO.
RINGKASAN
Mohamad Nazmul – L131 19 153, Peran Kelompok Tani Hutan Dalam
kegiatan Rehabilitasi Lahan Pola Agroforestry Di Kelurahan Sawidago
Kabupaten Poso, dibimbing oleh Bapak Golar dan Bapak Abdul Rahman
Rehabilitasi hutan dan lahan merupakan upaya strategis untuk
mempertahankan fungsi hutan dan lahan, Kegiatan ini memerlukan jangka
waktu yang sangat lama untuk memulihkan, mempertahankan dan
meningkatkan fungsi daerah aliran sungai sehingga daya dukung, produktivitas
penyangga kehidupan tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
tingkat pengetahuan dan peran Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam kegiatan
rehabilitasi lahan pola agroforestry di Kelurahan Sawidago, Kabupaten Poso.
Rehabilitasi lahan merupakan upaya penting dalam memulihkan fungsi ekologis
dan produktivitas lahan, yang keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh
keterlibatan masyarakat.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli sampai desember 2024 di
Kelurahan Sawidago Kabupaten Poso. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi,
wawancara, dan kuesioner terhadap 22 responden yang tergabung dalam KTH.
Pengumpulan data dilakukan secara observasi dan wawancara, dengan
pengambilan sampel secara Purposive Sampling, dimana responden sebagai
informan kunci (key informan) yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki
informasi pokok penelitian. Data dianalisis dengan metode teknik pengukuran
modifikasi skala likert dengan penskalaan 1-3-5. Semua data yang diperoleh
kemudian diklasifikasikan berdasarkan kategorinya, kemudian mencari
hubungan-hubungan dengan kategori yang lain agar tergambar tingkat
pengetahuan dan peran KTH dalam kegiatan rehabilitasi lahan pola
agroforestry.
Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan KTH berada pada
kategori sedang, khususnya pada pemahaman program rehabilitasi, daerah
aliran sungai (DAS), dan pengelolaannya. Namun, pada aspek pengetahuan
tanaman dan pemanfaatan agroforestry, KTH berada pada kategori tinggi. Hal
ini mengindikasikan bahwa anggota kelompok telah memiliki pemahaman
dasar, tetapi masih memerlukan peningkatan pada aspek teknis dan pengelolaan
yang lebih mendalam. ementara itu, peran KTH dalam kegiatan rehabilitasi
lahan tergolong tinggi pada seluruh tahapan, mulai dari pembentukan kelompok,
penyusunan program kerja, penetapan lahan, hingga pengambilan keputusan.
Tingginya peran ini menunjukkan adanya partisipasi aktif masyarakat dalam
mendukung keberhasilan program rehabilitasi. Oleh karena itu, diperlukan
upaya peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan agar
pengetahuan KTH sejalan dengan tingginya tingkat peran yang telah dimiliki..
Tidak tersedia versi lain