SKRIPSI
PRODUKTIVITAS GETAH PINUS (Pinus merkusii jungh et de vries) MENGGUNAKAN STIMULANSIA LENGKUAS (Alpinia galanga) DI KELURAHAN TENTENA KECAMATAN PAMONA PUSELEMBA KABUPATEN POSO
RINGKASAN
Fitriani – L13121249, Produktivitas Getah Pinus (Pinus merkusii jungh et de
vries) Menggunakan Stimulansia Lengkuas (Alpinia galanga) di Kelurahan
Tentena Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso Dibimbing Oleh
Abdul Hapid dan Muthmainnah.
Getah pinus merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang bernilai
komersial dan potensial untuk dikembangkan saat ini. Penyadapan pinus
merupakan kegiatan yang cocok bagi negara yang memiliki tegakan pinus untuk
menghasilkan biomassa getah yang memberikan manfaat ekonomi dan social.
Stimulan organik atau stimulan yang berasal dari tumbuhan memiliki kemampuan
yang sama dengan stimulan berbahan dasar asam kuat dan lebih murah, mudah
didapat, serta mampu meningkatkan produksi getah. Tujuan dari penelitian ini
untuk meningkatkan produktivitas getah pinus (Pinus merkusii jungh et de vries)
menggunakan stimulansia lengkuas (Alpinia galanga) Di Kelurahan Tentena
Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso.
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan November
2024 – Januari 2025. Lokasi penelitian bertempat di Kelurahan Tentena,
Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupeten Poso dan Laboratorium Agronomi
Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Metode yang digunakan ialah rancangan
acak lengkap (RAL) yang terdiri 5 (lima) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan.
Menggunakan 15 pohon contoh yang diberikan perlakuan menggunakan
stimulansia organik lengkuas, tiap perlakuan dilakukan terhadap 3 (tiga) pohon
contoh. Pembaruan luka dilakukan tiap 3 hari sekali, dengan pengambilan getah
sebanyak 3 kali panen serta kegiatan pemanenan getah dilakukan setiap 2 minggu
sekali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan larutan lengkuas,
meningkatkan produktivitas getah pinus secara nyata , tetapi tidak memberikan
perbedaan yang signifikan pada kualitasnya. Hasil produksi rata -rata getah
tertinggi yaitu P1 yaitu sebanyak 17,75 g/koakan/hari dan terendah pada P4 yaitu
10,59 g/koakan/hari. Perlakuan dengan stimulant lengkuas tidak mengubah warna
getah pinus secara visual. Semua perlakuan tidak memenuhi kriteria SNI
7837:2016. Namun, pada sisi produktivitas, pemberian lengkuas 100%
memberikan hasil getah tertinggi dibanding perlakuan lainnya..
Tidak tersedia versi lain