SKRIPSI
SIFAT KIMIA TANAH PADA BERBAGAI LEVEL KETINGGIAN TEMPAT DI JALUR PENDAKIAN GUNUNG NOKILALAKI TAMAN NASIONAL LORE LINDU .
RINGKASAN
Alif Bakhtiar – L13118143. Sifat Kimia Tanah Pada Berbagai Level
Ketinggian Tempat Di Jalur Pendakian Gunung Nokilalaki Taman Nasional
Lore Lindu, di Bimbing Oleh Rukmi dan I Nengah Korja
Taman Nasional merupakan salah satu Kawasan konservasi dengan
ekosistem asli yang dilindungi oleh negara bahkan dunia melalui organisasi
organisasinya dan dikelola berdasarkan zonasi. Taman nasional tidak boleh dirusak
melainkan harus dijaga dilestarikan dan dimanfaatkan keberadaannya, sehingga
flora dan fauna yang berada didalamnya dapat terhindar dari kepunahan. Salah satu
Kawasan di dalam Taman Nasional yang sering diakses oleh masyarakat melalui
kegiatan pendakian adalah gunung Nokilalaki, sehingga sepanjang jalur pendakian
ini berpotensi untuk mengalami kerusakan baik kegiatan pengambilan specimen
tumbuhan secara illegal maupun aktivitas pembukaan lahan, sehingga akan
mempengaruhi keanekaragaman jenis tumbuhan yang ada. Kawasan jalur
pendakian ini tentunya memiliki kondisi topografi dan level ketinggian tempat yang
berbeda-beda. Ketinggian tempat dari permukaan laut adalah salah satu faktor yang
sangat mempengaruhi struktur dan komposisi spesies di gunung vegetasi
pegunungan. Lebih jauh lagi, untuk vegetasi hutan pegunungan, perubahan faktor
edafik (tempat tumbuh) juga penting. Perubahan-perubahan edafik ini sering kali
tiba-tiba dan mempengaruhi struktur dan spesies komposisi spesies, dan demikian
pula sebaliknya.
Penelitian ini dilaksanakan di Jalur Pendakian Gunung Nokilalaki, Provinsi
Sulawesi Tengah, selama 3 bulan, yaitu mulai dari bulan Februari sampai dengan
akhir Mei 2025. Analisis Sifat Kimia tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah,
Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Penelitian ini terdiri atas beberapa tahap,
yaitu survei lapangan untuk menentukan kelima titik pengambilan sampel tanah
pada dua lokasi yang berbeda ketinggian tempat dari permukaan laut, yaitu pada
tiga level ketinggian, pengambilan sampel tanah di masing-masing lokasi dan
analisis sampel tanah di laboratorium dan analisis data baik data dari lapangan
maupun data dari laboratorium.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kondisi fisik dan kimia tanah
bervariasi di antara ketiga ketinggian tempat dari permukaan laut. Perbedaan
tersebut disebabkan oleh keanekaragaman jenis dan ukuran vegetasi yang tumbuh
diatasnya. Pada ketinggian tempat antara 750m- ≤1000m dpl, nilai kemasaman
tanah (pH), C-organik, dan P-tersedia yang lebih tinggi dibandingkan dengan dua
level ketinggian lainnya yaitu pH (H2O) 6,51, C-organik 3,43%, N-Total 0.40% dan
P 17,76 ppm..
Tidak tersedia versi lain