SKRIPSI
KEANEKARAGAMAN JENIS BAMBU (Bambusa Sp.) DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KOLA-KOLA KECAMATAN BANAWA TENGAH KABUPATEN DONGGALA.
RINGKASAN
Taufik Syarif – L 131 18 389, Keanekaragaman Jenis Bambu (Bambusa Sp.)
di Daerah Aliran Sungai Kola-kola, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten
Donggala. dibimbing oleh, Prof.Dr.Ir.H. Naharuddin, S.Pd, M.Si. sebagai
Dosen Pembimbing Utama, dan Drs. I Nengah Korja, M.Si sebagai Dosen
Pembimbing Anggota.
Bambu merupakan salah satu hasil hutan non kayu yang banyak tumbuh di
hutan sekunder dan hutan terbuka, walaupun ada diantaranya yang tumbuh di hutan
primer. Bambu juga merupakan salah satu tanaman ekonomi Indonesia yang
banyak tumbuh di kebun masyarakat dan di pedesaan.
Daerah Aliran Sungai atau yang biasa juga disebut dengan DAS ialah
kawasan yang pada dasarnya dibatasi dengan batas-batas punggung gunung atau
bukit dan ditetapkan sesuai dengan aliran permukaan bukan sesuai pada aliran air
bawah tanah. DAS merupakan kawasan tangkapan air, dimana semua air yang jatuh
pada kawasan tersebut mengalir ke sungai.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keanekaragaman Jenis Bambu
yang ada di Daerah Aliran Sungai Kola-Kola, dan diharapkan hasil yang diperoleh
dapat menjadi bahan informasi dan masukan bagi masyarakat, instansi serta
lembaga-lembaga terkait, yang di laksanakan selama 3 bulan, mulai dari bulan
Oktober sampai Desember 2024, yang berlokasi di Sempadan Daerah Aliran Sungai
Kola-kola.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksplorasi yaitu
penelitian yang dilakukan dengan cara menjelajah langsung ke lokasi penelitian
untuk mengumpulkan spesimen bambu dengan metode purposive sampling atau
daerah atau titik mana saja yang terdapat bambu yang dianggap mewakili tempat
tersebut. Intensitas sampling yang digunakan adalah 2% dari luas kawasan.
Hasil Pengamatan ini menunjukkan, bahwa jenis Bambu Apus
(Gigantochloa apus Kurz), merupakan jenis yang mendominasi di Daerah Aliran
Sungai (DAS) Kola-kola, karena memiliki nilai INP tertinggi pada tingkat rumpun,
yaitu sebesar 162,99%. Sehingga, diperoleh Total Nilai Keanekaragaman (H’) dari
seluruh jenis Bambu hanya mencapai 0,548 atau ≤ 1 dan dikategorikan masih
tergolong rendah..
Tidak tersedia versi lain