SKRIPSI
TINGKAT PENERIMAAN DAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PENYELESAIAN PENAMBANGAN EMAS PADA KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU KECAMATAN LORE UTARA KABUPATEN POSO
RINGKASAN
Dian Fahira ˗ L 131 19 368 Tingkat Penerimaan Dan Pemahaman Masyarakat
Terhadap Upaya Penyelesaian Penambangan Emas Pada Kawasan Taman
Nasional Lore Lindu Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso
Kawasan Taman Nasional Lore Lindu merupakan kawasan pelestarian
alam yang terbentuk dari penyatuan tiga kawasan lindung melalui SK. Menhut
No. 593/Kpts-ll/1993 dengan luas 229.000 ha (Gabungan SM Lore Lindu 67.000
ha, HW/HL Danau Lindu 31.000 Ha, SM Lore Kalamanta 131.000 ha). Pada
tahun 1974 terjadi program transmigrasi lokal masyarakat Kulawi dan Marawola
ke dataran Palolo (Desa Kamarora, Kadidia, Rahmat dan Tongoa). Aktivitas
pertambangan di Dongi-dongi tidak mengantongi izin sama sekali, dan para
penambang mengetahui tentang status tambang ilegal yang berada pada kawasan
Taman Nasional Lore Lindu. Pemerintah desa dan lembaga adat desa sejauh ini
tidak bisa mengambil keputusan terkait kebijakan dan upaya dalam pengelolaan
Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) hanya bisa menunggu kebijakan dari
pihak pemerintah provinsi dan otoritas BBTNLL.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024 sampai pada bulan
April 2024 bertempat di Desa persiapan Dongi-dongi, Kabupaten Poso yang
berada pada seksi pengelolaan Taman Nasional wilayah Resort Tongoa, bidang
pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Makmur, Taman Nasional Lore Lindu.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun sumber data
dalam penelitian ini dikumpukan dari hasil wawancara meggunakan pertanyaan
pertanyaan (likert) yang dibuat oleh peneliti. Sampel dalam penelitian ini adalah
anggota kelompok program pemberdayaan masyarakat Desa persiapan Dongi
dongi.
Berdasarkan hasil penelitian ini penerimaan responden terhadap program
pemberdayaan ini yang didasarkan pada verifikasi jawaban responden tingkat
penerimaan berada pada tingkat kategori sedang atau cukup menerima. Kemudian
pemahaman responden dalam penelitian ini didasarkan pada 3 aspek yaitu
pemahaman secara ekonomi tergolong tinggi, sosial tergolong sedang dan budaya
tergolong tinggi.
Tidak tersedia versi lain