SKRIPSI
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP KONSERVASI KUPU KUPU DAN DAMPAK PARIWISATA DI TAMAN WISATA BANTIMURUNG KABUPATEN MAROS.
RINGKASAN
Dela sukma (L13121331). Persepsi Pengunjung Terhadap Konservasi Kupu
Kupu Dan Dampak Pariwisata DiTaman Wisata Bantimurung Kabupaten
Maros. Di Bimbing oleh Abdul Rosyid dan Sustri.
Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN BABUL),memiliki luas
43.740,20 Ha.termasuk dalam wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten
Pangkajene, (Pangkep) Provinsi sulawesi selatan. merupakan kawasan yang
memiliki kelebihan dan daya tarik tersendiri kerena menjadi habitat bagi banyak
spesies kupu-kupu.Salah satu blok hutan yang terkenal dikawasan Taman
Nasional BantimurungBulusaraung adalahBantimurug yang pertama kali
dikenalkan oleh Alfred Russel Wallace sebagai The Kingdom of Butterfly
Tujuan Penelitian adalah untuk mengkaji tingkat pengetahuan, sikap, dan
tindakan pengunjung terkait konservasi kupu-kupu.
Metode Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan
didukung analisis kuantitatif sederhana. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 100 responden.
Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin menggunakan populasi rata-rata
3.000 pengunjung per bulan dan batas kesalahan 10%. Analisis data dilakukan
dengan menghitung frekuensi, persentase, dan skor bobot pada variabel
pengetahuan, sikap, dan tindakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung berusia 17–24
tahun dan berstatus pelajar/mahasiswa. Sebagian besar datang untuk rekreasi,
sedangkan sisanya untuk tujuan edukasi dan penelitian. Tingkat pengetahuan
tentang kupu-kupu tergolong sedang, tetapi kesadaran untuk melindungi kupu
kupu cukup tinggi. Pengunjung menilai adanya dampak negatif pariwisata
seperti sampah, kebisingan, dan penangkapan kupu- kupu. Wawancara dengan
pedagang suvenir mengungkapkan bahwa masih terdapat kupu- kupu dilindungi
yang dijual, meskipun sebagian berasal dari penangkaran.
Kesimpulan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya konservasi kupu
kupu sebenarnya cukup tinggi,tetapi masih perlu ditingkatkan terutama dari sisi
pengatahuan dan tindakan nyata.Diperlukan edukasi yang lebih
menarik,pengawasan yang lebih ketat terhadap perdangangan kupu-kupu,dan
pengelola wisata yang lebih ramah lingkungan agar konservasi di Bantimurung
bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain