SKRIPSI
PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT OLEH MASYARAKAT DESA PENYANGGA KAWASAN KONSERVASI (DESA BANCEA) KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO SULAWESI TENGAH.
RINGKASAN
Eva Toding Bua’ – L 131 21 020. Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh
Masyarakat Desa Penyangga Kawasan Konservasi (Desa Bancea)
Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Di Bawah
Bimbingan Rukmi dan Sustri
Pemanfaatan tumbuhan obat adalah salah satu cara yang dilakukan
masyarakat secara turun-temurun untuk memenuhi kebutuhan, khususnya dalam
mengatasi masalah kesehatan. Pengetahuan tradisional dan kearifan lokal
mencakup pengobatan yang berbasis pada tanaman atau tumbuhan. Tumbuhan
merupakan organisme hidup yang tumbuh secara alami di alam. Jadi, tumbuhan
obat merupakan tumbuhan yang tumbuh secara alami yang salah satu atau seluruh
bagian pada tumbuhan tersebut mengandung zat aktif yang berkhasiat bagi
kesehatan yang dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh penyakit. Tumbuhan
berkhasiat obat adalah jenis tumbuhan yang pada bagian-bagian tertentu baik
batang, akar, daun, kulit maupun hasil ekskresinya dipercaya dapat
menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
etnobotani tumbuhan obat adalah bentuk pemanfaatan tumbuhan sebagai obat
yang berkhasiat menyembuhkan penyakit oleh masyarakat atau etnis tertentu.
Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif
dengan pendekatan kuantitatif melalui observasi dan wawancara. Responden
merupakan masyarakat yang mendiami Desa Bancea yang ditentukan
menggunakan rumus Slovin. Jumlah responden yang terdapat dalam penelitian ini
sebanyak 83 KK dengan perwakilan satu orang setiap KK, yang merupakan
masyarakat yang mendiami Desa Bancea.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 30 jenis tumbuhan dari
22 famili, yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat oleh masyarakat Desa
Bancea. Tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat berasal dari
famili Zingiberaceae dan Lamiaceae. Bagian tumbuhan yang paling banyak
dimanfaatkan sebagai obat adalah bagian daun dengan persentase 65%. Cara
pengolahan yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat Desa Bancea yaitu
dengan cara direbus dengan persentase sebesar 53%. Penyakit yang paling banyak
dapat disembuhkan dari seluruh tumbuhan obat yang dimanfaatkan adalah
penyakit tekanan/hipertensi dengan jumlah persentase sebesar 15,3%. .
Tidak tersedia versi lain