SKRIPSI
KONDISI FISIKA TANAH DI BAWAH TEGAKAN NYATOH (Palaquium obtusifolium Burck) DAN MONOKULTUR KAKAO (Theobroma cacao L) DI DESA PANDIRI KECAMATAN LAGE KABUPATEN POSO .
RINGKASAN
DICKY, L 131 19 369, Kondisi Fisika Tanah Di bawah Tegakan Nyatoh
(Palaquium obtusifolium Burck) Dan Monokultur Kakao (Theobroma cacao
L) Di Desa Pandiri Kecamatan Lage Kabupaten Poso, Dibimbing oleh
Yusran dan Rahmawati.
Sifat fisik tanah mempengaruhi pertumbuhan akar dan kemampuannya
dalam menyerap air dan unsur hara, sehingga mempengaruhi produksi tanaman.
Oleh sebab itu, tanah tidak akan dapat meningkatkan produksi tanaman yang
optimal tanpa disertai dengan sifat fisik yang baik. Kaitannya dengan konservasi
tanah dan air, sifat fisik tanah khususnya tekstur dan permeabilitas juga
mempengaruhi laju erosi tanah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
Kondisi fisika di bawah tegakan Nyatoh (Palaquium obtusifolium Burck) dan
Monokultur Kakao (Theobroma cacao L) di Desa Pandiri Kecamatan Lage
Kabupaten Poso.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Oktober 2024 pada 2
lokasi yaitu tegakan nyatoh dan kakao di Desa Pandiri Kecamatan Lage
Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
metode survei lapangan untuk menentukan lokasi penelitian dan pengambilan
sampel tanah dilakukan secara sengaja (Purposive sampling). Pada masing
masing lokasi dibuatkan 2 plot dengan ukuran 20 m x 20 m, pada masing-masing
plot terdapat 5 titik secara diagonal sebagai titik pengambilan sampel tanah
dengan kedalaman 0 – 20 cm. Sampel tanah yang diambil di setiap plot ada 2
yaitu, Sampel tanah utuh digunakan untuk menganalisisi bulk density,
permeabilitas tanah, dan porositas tanah. Dan sampel tanah tidak utuh digunakan
untuk menganalisis tekstur tanah dan warna tanah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi fisika tanah pada tegakan
Nyatoh dan monokultur kakao menunjukkan bahwa tegakan Nyatoh N1
permeabilitas (3,54 cm/jam), bulk densty 1,20 g/cm3(berat), porositas 46,32%
(kurang baik), tekstur pasir (12,3%), debu (67,4%), dan liat (20,3%), lempung
berdebu (dusty clay) dan warna 7.5 YR 3/2 (Dark brown). Pada tegakan Nyatoh
N2 permeabilitas tanah (2,95 cm/jam), bulk densty 1,05 g/cm3 (sedang),porositas
48,10 % (kurang baik),tekstur pasir (7,4%) debu (67,6%) dan liat ( 25,0%),
lempung berdebu (dusty clay),dan warna 7.5 YR 2.5/3 (Very Dark Brown). Pada
monokultur Kakao K1 permeabilitas (1,68 cm/jam), bulk densty 0,99 /cm3
(sedang), porositas 55,66% (baik),tekstur pasir (8,0), debu (55,7%) dan liat
(36,3%) lempung liat berdebu ( dusty clay loam ), warna tanah 7.5 YR 3/2 (Dark
Brown). Pada monokultur Kakao K2 permeabilitas (1,80 cm/jam), bulk densty
1,11 g/cm3 (sedang), porositas 48,12% (kurang baik), tekstur pasir (4,7%), debu
(49,3) dan liat (46,0) lempung berdebu (dusty clay), warna tanah 7.5 YR 3/3
(Drak Brown).
iv.
Tidak tersedia versi lain