SKRIPSI
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI KAWASAN HUTAN ADAT DESA MARENA KECAMATAN KULAWI KABUPATEN SIGI
RINGKASAN
SUSILAWATI B. KADAE – L131 21 022. Keanekaragaman Jenis Burung di
Kawasan Hutan Adat Desa Marena Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi di
Bimbing oleh Sitti Ramlah dan Reinaldi.
Keragaman spesies burung dianggap sebagai indikator penting dalam menilai
kualitas ekosistem hutan. Burung dapat ditemukan di berbagai tipe habitat, baik
hutan primer, sekunder, agroforestri, perkebunan, dan lahan terbuka. Upaya
pelestarian burung penting agar tidak terjadi penurunan populasi maupun
kepunahan spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi jenis
burung, mengidentifikasi keanekaragaman dan kemerataan jenis burung, serta
mengidentifikasi dominansi jenis burung di Kawasan Hutan Adat Desa Marena,
Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2025 di Kawasan
Hutan Adat Marena dengan metode titik hitung (Point Count) beradius 50 meter.
Pada habitat kebun campuran terdapat tujuh titik pengamatan dan sempadan sungai
sepuluh titik pengamatan dengan jarak antar titik pengamatan ± 100 meter.
Pengamatan dilakukan pada pagi hari pukul (06.00-09.00 WITA) dan sore hari
pukul (15.00-18.00 WITA), sebanyak tiga kali ulangan pada setiap tipe habitat.
Jenis burung dan jumlah burung adalah parameter yang di ukur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 40 spesies burung dari 23
familli. Sebanyak 32 jenis burung dengan 156 individu tercatat pada habitat kebun
campuran, sedangkan pada habitat sempadan sungai ditemukan 30 jenis burung
dengan 117 individu. Jenis yang sering dijumpai di kebun campuran adalah Jalak
Tunggir Merah (Scissirostrum dubium), Walet Sapi (Collocalia esculenta), dan
Cekakak Sungai (Todiramphus chloris). Pada habitat sempadan sungai, yaitu Jalak
Tunggir Merah (Scissirostrum dubium), Cekakak Sungai (Todiramphus chloris),
Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis), Berdasarkan guild pakan, burung yang
teramati terdiri atas burung insectivore (17 jenis), frugivore (8 jenis), nectarivore (4
jenis), omnivore (4 jenis), granivore (3 jenis), piscivore (3 jenis) dan carnivore (1
jenis). Berdasarkan IUCN sebagian besar jenis burung berstatus Least Concern (LC),
sementara beberapa di antaranya berstatus Vulnerable (VU) seperti Julang Sulawesi
(Rhyticeros cassidix) dan Kangkareng Sulawesi (Rhabdotorrhinus exarhatus), serta
4 jenis tercatat dalam Appendiks II CITES, seperti Julang Sulawesi (Rhyticeros
cassidix), Kangkareng Sulawesi (Rhabdotorrhinus exarhatus), Elang Ular Sulawesi
(Spilornis rufipectus) dan Serindit Sulawesi (Loriculus stigmatus) . Nilai indeks
keanekaragaman (H’) di kebun campuran sebesar 3,149 dan sempadan sungai sebesar
3,142 menunjukkan kategori keanekaragaman tinggi. Selain itu, indeks kemerataan
jenis (E) menunjukkan distribusi yang relatif merata pada kedua tipe habitat,
sebesar (0.908) di kebun campuran dan (0,923) di sempadan sungai. Spesies burung
yang dominan, adalah Jalak Tunggir Merah (Scissirostrum dubium), Cekakak
Sungai (Todiramphus chloris), Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis), dan
Walet Sapi (Collocalia esculenta).
iv
Tidak tersedia versi lain