SKRIPSI
PROFIL VEGETASI HUTAN DI DESA MATAUE KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU.
RINGKASAN
Moh. Riski - L 131 21 085, Profil Vegetasi Hutan di Desa Mataue Kawasan
Taman Nasional Lore Lindu, Dibimbing Oleh Arief Sudhartono dan
Reinaldi
Hutan di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar dan terpenting di dunia.
Indonesia memiliki lebih dari 120 juta hektar hutan yang tersebar di seluruh
kepulauan. Hutan-hutan ini tidak hanya penting bagi lingkungan dan
keanekaragam hayati, tetapi juga bagi kehidupan masyarakat lokal dan ekonomi
Negara. Salah satu kawasan hutan konservasi di Provinsi Sulawesi Tengah dengan
potensi flora dan fauna endemik adalah Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).
Aksesibilitas masyarakat terhadap kawasan ini dapat menyebabkan terganggunya
vegetasi kawasan, maka dari itu perlu dilakukan analisis vegetasi pada kawasan
tersebut untuk memperoleh informasi terkini mengenai jenis, struktur, dan
komposisi vegetasi yang ada.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan Februari sampai
dengan April 2025 yang bertempat di Desa Mataue, Kecamatan Kulawi,
Kabupaten Sigi, Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Dengan cara
metode pengambilan data tumbuhan dengan membuat petak plot pengamatan
secara random sampling pada areal kawasan hutan. Petak plot pengamatan dibuat
seluas 20 x 20 untuk tingkat pohon, 10 x 10 tingkat tiang, 5 x 5 tingkat pancang,
serta 2 x 2 tingkat semai. Data yang diambil dari tumbuhan tersebut berupa tinggi
bebas cabang (TBC) untuk pohon dan tiang, dan total jumlah tumbuhan untuk
pancang dan semai. Kemudian diolah menggunakan Spacially Explicit Individual
based Forest Simulator (Sexi- FS.) versi 2.1.0. untuk menampilkan gambaran
vegetasi secara visual 3 dimensi. Dan selanjutnya data diolah menggunakan
analisis Indeks Nilai Penting (INP) agar bisa di ketahui jumlah nilai INP tertinggi
pada tanaman tersebut.
Adapun hasil penelitian ini yaitu terdapat 194 individu tersusun atas 22 jenis
tumbuhan dari 15 family dari tingkat pertumbuhan pohon, tiang, dan pancang.
Lalu jumlah INP tertinggi pada lokasi tingkat pohon yaitu pangium Edule Reinw.
(42,38%), tingkat tiang Reuvolfia Sp. (53,61%), pada tingkat pancang Osmanthus
Sp. (25,31%), sedangkan pada tingkat semai yaitu Ficus Sp. (28,67%). Serta
terdapat tanaman yang paling sering dijumpai pada petak pengamatan dari kelas
pohon, tiang, pancang, dan semai dari total 8 plot yaitu Reuvolfia Sp. (Kume)
sebanyak 29 tanaman..
Tidak tersedia versi lain