SKRIPSI
SELEKSI POHON PLUS PADA TEGAKAN JATI (Tectona grandis L.f.) DI DESA NUPABOMBA KECAMATAN TANANTOVEA KABUPATEN DONGGALA
RINGKASAN
ARIQ FAJAR PANGESTU. L13119312. Seleksi Pohon Plus Pada Tegakan
Jati (Tectona grandis L.f.), Di Desa Nupabomba Kecamatan Tanantovea
Kabupaten Donggala Dibimbing oleh Retno Wulandari dan Irmasari
Kayu jati (Tectona grandis L.f.) merupakan salah satu jenis kayu
pertukangan paling bernilai tinggi di dunia. Keunggulan utamanya terletak pada
kekuatan, keawetan alami, serta keindahan serat dan warna kayunya. Ketersediaan
benih yang teruji merupakan persyaratan awal dalam Pembangunan tegakan jati
yang berkualitas. Dengan memilih individu terbaik dari populasi yang ada,
diharapkan akan mendukung program dan meningkatkan langkah awal dalam
menyedikan sumber benih yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi kriteria seleksi pohon plus pada tegakan jati dan juga untuk
menganalisis karakteristik fenotipe pohon jati yang terseleksi sebagai pohon plus.
Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan dari bulan Juni 2025 sampai
dengan September 2025. Pengamatan pohon dilakukan dengan membandingkan
satu calon pohon plus dengan empat pohon pembanding yang menggunakan
metode pembanding dalam seleksi pohon plus dengan cara membandingkan calon
pohon plus yang berada pada tapak dan kondisi lingkungan yang sama. lokasi
yang sudah ditentukan, dibuatkan 18 plot pengamatan pohon jati yang berumur
20 tahun dengan ukuran plot 15x18m di lokasi tegakan jati dengan luas ukuran
90x55 dan jarak tanam 5x3m selanjutnya dilakukan pengukuran tinggi pohon,
tinggi bebas cabang, keselindrisan, diameter, cacat batang dan tajuk pada pohon
jati (Tectona grandis L.f).
Hasil dari penelitain 18 plot pengamatan diperoleh 18 pohon plus dengan
tinggi total 15–22 m, tinggi bebas cabang 5–7,3 m, dan diameter 10,19–30,93 cm,
sedangkan rata-rata pohon pembanding memiliki tinggi total 13,97 m, tinggi
bebas cabang 4,86 m, dan diameter 12,02 cm.
Tidak tersedia versi lain