SKRIPSI
UPAYA KONSERVASI BURUNG MALEO [ MACEPHOLION MALEO] DESA TULMA KEC.BUAREMO KAB. BANGGAI.
RINGKASAN
VELLICIA MPAELO -L131 21 245. Upaya Konservasi Burung Maleo
(Macrocephalon maleo) Desa Taima Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai
Dibimbing oleh Ibu Rukmi dan Bapak Rizky Purnama
Burung Maleo merupakan hewan endemik yang hanya terdapat di Pulau
Sulawesi. Burung Maleo merupakan hewan asli Sulawesi dan kini hanya terdapat di
Sulawesi bagian utara, tengah, dan tenggara. Maleo termasuk dalam filum Macropoda
dan memiliki bulu berwarna hitam atau coklat, kepala kecil dan kaki besar. Maleo
bertelur di lubang yang digali di pasir atau tanah gembur yang dipanaskan oleh suhu
tinggi dan sinar matahari.
Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, April sampai dengan juni 2025 dengan
metode obsevasi lapangan dan wawancara dapat melengkapi hasil observasi dengan
informasi dari berbagai pihak yang terlibat dalam konservasi burung Maleo dan analisi
yang digunakan analisis deskriptif dan analaisis SWOT . Data dikumpulkan melalui
pemantauan populasi burung maleo partisipasi Masyarakat dalam patroli dan evaluasi
program edukasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya konservasi burung maleo dilakukan
dengan pendekatan konservasi in-situ tanpa intervesi langsung terhadap telur maupun
habitat. Peran LSM Alinsi Konservasi Tompotika (AlTo), pemerintah dan Masyarakat
sangat signifikan dalam melakukan edukasi lingkungan, patrol Kawasan, serta
pelibatan komunitas secara aktif. Strategi konservasi yang diterapkan lebih
mengutamakan perlindungan habitat. Analisi SWOT menunjukan bahwa strategi
konservasi berada pada kuadran 1 (S-O), yang berarti perlu memaksimalkan kekuatan
untuk menangkap peluang. Keberhasilan pelestarian burung maleo di Desa Taima
menjadi contoh praktik konservasi komunitas yang efektif dan dapat dijadikan model
pelestarian spesies endemic berbasis Masyarakat lokal.
Tidak tersedia versi lain