SKRIPSI
POTENSI WISATA PEMANDIAN ANTELENG DESA POHI KECAMATAN LUWUK TIMUR KABUPATEN BANGGAI SULAWESI TENGAH.
RINGKASAN
Susi Kiawati Luasusun – L 131 21 223, Potensi Wisata Pemandian Anteleng
Di Desa Pohi Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Sulawesi
Tengah, Dibimbing Oleh Rukmi dan Sustri
Indonesia memiliki potensi serta daya tarik pariwisata yang kaya akan
keragaman dan keindahan alam, baik di daratan maupun bawah laut, yang terus
berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah
wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi di Indonesia, didorong oleh
pesona keindahan alam, keunikan destinasi, serta keberagaman budayanya. Salah
satu kawasan yang berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan adalah
Permandian Anteleng. Objek wisata ini menawarkan daya tarik berupa keindahan
aliran sungai, keanekaragaman flora dan fauna, serta suasana lingkungan yang
masih alami dan asri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan potensi wisata
Permandian Anteleng yang berlokasi di Desa Pohi, Kecamatan Luwuk Timur,
Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada bulan Januari hingga
Februari 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif
kualitatif melalui observasi dan wawancara langsung. Rata-rata pengunjung
perbulan 150 orang sehingga responden ditentukan sebanyak 25 orang, yaitu 17%
dari rata-rata kunjungan perbulan. Wawancara responden dilakukan berdasarkan
purposive sampling dengan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian, yakni
meliputi Kepala desa, pengelola, Masyarakat desa dan pengunjung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik wisata memiliki nilai
kelayakan sebesar 88.89%, sedangkan aksesibilitas dan sarana prasarana masing
masing sebesar 75% dan 60,00%. Skor total indeks kelayakan yang diperoleh
adalah 74,63%, yang berarti kawasan ini layak untuk dikembangkan sebagai objek
wisata. Meskipun memiliki daya tarik yang tinggi, pengembangan kawasan wisata
Permandian Anteleng masih membutuhkan peningkatan aksesibilitas dan
penambahan fasilitas penunjang. Dengan pengelolaan yang baik serta melibatkan
masyarakat lokal, kawasan ini berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan di
Sulawesi Tengah.
Tidak tersedia versi lain