SKRIPSI
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KEMIRI (ALEURITES MOLUCCANA.) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) DI DESA BOBO KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI
RINGKASAN
Catherine Wulandari – L 131 21 039. Analisis Kesesuaian Lahan Tanaman
Kemiri (Aleurites Moluccana) Berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG) Di
Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Skripsi ini disusun dibawah
bimbingan Hasriani Muis dan Rhamdhani Fitrah Baharuddin.
Tanaman kemiri (Aleurites moluccana) merupakan salah satu komoditas
perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi untuk
dikembangkan di Indonesia. Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi
merupakan salah satu wilayah yang memiliki kondisi agroklimat yang mendukung,
namun belum seluruh lahannya dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya
kemiri. Beberapa faktor pembatas seperti topografi yang cukup curam, kedalaman
tanah yang bervariasi, serta tingkat erosi yang terjadi, menjadi kendala utama dalam
pengembangan tanaman kemiri di wilayah ini. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi
kesesuaian lahan untuk mengetahui potensi lahan yang ada serta memberikan
arahan pengelolaan yang tepat agar lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan bagi
budidaya tanaman kemiri di Desa Bobo dengan menggunakan metode evaluasi
kesesuaian lahan yang mengacu pada kriteria dari Djaenudin et al. (2011).
Parameter yang dianalisis meliputi temperatur, curah hujan, drainase, tekstur tanah,
kapasitas tukar kation (KTK), pH tanah, kandungan C-organik, kedalaman tanah,
topografi, dan tingkat erosi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif
dengan sistem pembobotan atau skoring pada setiap parameter, kemudian
dilakukan pemetaan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk
menentukan kelas kesesuaian lahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Desa Bobo
termasuk dalam kelas kesesuaian S2 (cukup sesuai) dan S3 (sesuai marginal),
dengan sebagian kecil wilayah tergolong S1 (sangat sesuai). Faktor pembatas utama
adalah topografi yang curam, kedalaman tanah yang relatif dangkal pada beberapa
titik, serta erosi ringan hingga sedang yang mempengaruhi daya simpan air dan
distribusi unsur hara. Dengan penerapan pengelolaan lahan yang tepat seperti
konservasi tanah, penambahan bahan organik, dan pengaturan tata air, sebagian
lahan yang masuk kategori S3 dapat ditingkatkan menjadi S2 di masa mendatang
sehingga potensi produktivitas kemiri dapat dioptimalkan.
Tidak tersedia versi lain