SKRIPSI
Pengaruh Berbagai Jenis bahan Perendaman Terhadap Perkecambahan Benih Balasa [ Ochrama pyramidale]
RINGKASAN
Timoti- L 131 18 102 Pengaruh Berbagai Jenis bahan Perendaman
Terhadap Perkecambahan Benih Balsa (Ochroma pyramidale), dibimbing
oleh Zulkhaidah dan Dewi Wahyuni.
Balsa merupakan kayu yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika
Selatan, kayu balsa termasuk kayu sekunder setelah penebasan rimba belantara.
Balsa termasuk pohon tumbuh cepat, dalam waktu 5-6 tahun dapat mencapai
tinggi 20 m dengan diameter 40 cm. Kayu balsa disebut juga kayu gabus, karena
warna kayunya putih dan sangat ringan. Balsa digunakan untuk berbagai model
kapal, pesawat terbang, glider,dan bangunan serta dapat digunakan menjadi papan
selancar. Benih balsa termasuk benih yang mengalami dormansi eksogenus yang
penyebabnya bukan faktor bawaan, tetapi faktor luar antara lain air, gas dan
penghambat mekanis lainnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat
dilakukan dengan cara skarifikasi mekanis, misalnya dengan perendaman air, air
kelapa dan menggunakan larutan KNO3, H2SO4. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis bahan perendaman terhadap daya
berkecambah benih balsa (Ochroma pyramidale).
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2022 sampai dengan
Desember 2022 yang bertempat di Persemaian Permanen BPDASHL Palu-Poso,
Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak
Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yang terdiri dari P0 = Tanpa
perendaman (Kontrol), P1 = Direndam dengan air selama 24 jam, P2 = Direndam
dengan air kelapa selama 24 jam, P3 = Direndam dengan KNO3 0,1% selama 45
menit, dan P4 =Direndam H2SO4 70% selama 45 menit.
Hasil penilitian menunjukkan perlakuan H2SO4 70% memperlihatkan
hasil yang lebih baik pada semua parameter pengamatan dibanding dengan
perlakuan lainnya, dimana persentase perkecambahan sebesar 90%, daya
kecambah 90%, dan rata-rata laju perkecambahan yaitu 7,16 hari.
Tidak tersedia versi lain