SKRIPSI
Pengaruh Komposisi Media Tanam Dan Penggunaan Air Laut Terhadap Pertumbuhan Tunas [ Rhizophera mucronata].
RINGKASAN
ANDI SAIDAH MAHMUD – L 131 18 076, Pengaruh komposisi media
tanam dan penggenangan air laut terhadap pertumbuhan tunas Rhizophora
mucronata, dibimbing oleh Retno Wulandari dan Rahmawati
Hutan mangrove merupakan tipe hutan yang khas terdapat di sepanjang
pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dengan
karakteristik tanah berlumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pertumbuhan tunas Rhizophora mucronata pada berbagai komposisi media tanam
dan genangan air laut.
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan Agustus sampai
dengan November 2022, yang bertempat di Desa Dolago Kecamatan parigi
selatan Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini menggunakan metode
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor
pertama komposisi media tanam M1 = tanah berlumpur, M2 = Tanah berpasir,
M3 = tanah berlumpur + tanah berpasir (1:1) dan faktor kedua penggenangan air
laut, P1 = persemaian tidak tergenang air laut dan P2 = persemaian tergenang air
laut. Setiap perlakuan diulang sebanyak 7 kali. Sehingga total propagul yang
dibutuhkan sebanyak 42 buah. Parameter yang diamati adalah pertambahan
tinggi, diameter, dan jumlah daun. Data hasil pengukuran dianalisis dengan sidik
ragam dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Jika analisis sidik ragam
tidak berpengaruh nyata, maka tidak perlu dilakukan uji BNT.
Hasil penelitian pengaruh faktor komposisi media tanam, faktor
penggenangan air laut dan interaksi komposisi media tanam dan penggenangan
air laut terhadap pertumbuhan tunas Rhizophora mucronata di Desa Dolago
Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa pertambahan tinggi dan jumlah daun
terbaik terdapat pada kombinasi perlakuan media tumbuh lumpur dengan
persemaian tidak tergenang air laut (M1P1) dengan tinggi rata-rata 5,10cm ;
jumlah daun rata-rata 2,04 helai pertumbuhan tinggi dan jumlah daun terendah
terdapat pada kombinasi perlakuan media tumbuh berpasir dan persemaian
tergenang air laut (M2P2) dengan tinggi rata-rata 3,36 ; jumlah daun rata-rata 2
helai. Sedangan pertambahan diameter terbaik terdapat pada kombinasi perlakuan
media tumbuh lumpur dan persemaian tidak tergenang air laut (M1P1) dengan
diameter rata-rata 0,49 mm. Pertumbuhan diameter terendah terdapat pada
kombinasi perlakuan me dia tanah berpasir dengan persemaian tergenang air laut
dengan diameter rata-rata 0,32mm
Tidak tersedia versi lain