Klipping
Produksi Seresah pada Tegakan Kemiri [Aleuritesmoluccana Willd] dengan Dua kelas Umur yang berbeda di Desa Uewmanje Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi.
ABSTRAK
CHOIRUNNISA-L13116052, Produksi Serasah Pada Tegakan Kemiri
(Aleurites moluccana Willd) Dengan Dua Kelas Umur Yang Berbeda Di Desa
Uwemanje KecamatanKinivaro Kabupaten Sigi. Di Bimbing Oleh
Zulkaidhah.
Produksi serasah mengacu pada jumlah serasah yang dihasilkan oleh
tanaman dalam satuan luas lahan (ton/ha). Tegakan kemiri merupakan jenis pohon
yang tersebar melimpah di Indonesia dan memiliki banyak manfaat. Tujuan utama
dalam penelitian yang dilkaukan untuk mengetahui perbandingan produksi
serasah antara dua kelompok umur yang berbedadi Desa Uwemanje, Kecamatan
Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Umumnya perbandingan tersebut
dapat dilihat pada fase pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda pada
kehidupan tegakan kemiri. Penelitian semacam ini penting untuk memahami
peran serasah dalam siklus nutrisi dan produktivitas tanaman, serta untuk
mengembangkan strategi pengelolaan hutan yang lebih baik.
Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, dari bulan Agustus sampai
dengan Oktober 2022 untuk mengentahui produksi serasah pada tegakan Kemiri
(Aleurites moluccana Willd) di Desa Uwemanje, Kecamatan Kinovaro,
Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Penelitian dilanjutkan di Laboratorium
Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.
Hasil penelitian menunjukkanbahwa umur tegakan kemiri mempengaruhi
produksi serasah secara signifikan. Pada tegakan umur 10 tahun produksi serasah
kasar sebesar 2,66 ton/ha, sedangkan produksi serasah halus sebesar 2,43 ton/ha.
Sementara itupada umur 15 tahunproduksi serasah kasar sebesar 2,926 ton/ha dan
produksi serasah halus sebesar2,49 ton/ha. Selain itu, hal ini juga dipengaruhi oleh
ketinggian tempat, dan kandungan bahan organik tanah.
Tidak tersedia versi lain